Memaafkan Kesalahan Orang

Memaafkan Kesalahan Orang

     Sepintas memberi maaf kesalahan orang memang terasa bukan sesuatu yang sulit. Namun kenyataan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari,  tak semua orang mudah melakukan itu. Adakalanya ucapan pemberian maaf terlontar dari mulut kita, tapi hati kita tidak sejalan dengan apa yang kita ucapkan.

Allah menempatkan orang-orang yang mudah memaafkan kesalahan orang lain sebagai orang-orang yang bertaqwa. Kepada mereka Allah menjanjikan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.  Ini ditegaskan Allah dalam Qur’an surat Ali Imran ayat 133-134,

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. “

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. “

Salah satu sifat luhur Rasul adalah memaafkan kesalahan orang lain. Ketika Beliau membebaskan Kota Mekkah yang dikenal dalam sejarah Islam dengan Fathu Mekkah, Beliau membebaskan orang-orang yang dahulu mengejar-ngejar, menteror, dan memusuhi Beliau. Di dalam salah satu ucapan Beliau ketika itu adalah, “Pergilah kalian semua. Kalian bebas.” Rasulullah memasuki kota Mekkah dengan 10.000 pasukan bahkan bersabda, “Siapapun yang memasuki rumah Abu Sufyan (pemimpin musuh muslim), dia aman!  Semua yang menurunkan senjata mereka, mereka aman! Semua yang berada di balik pintu yang terkunci, mereka aman! 

Rasulullah juga memaafkan Wahsyi, orang yang membunuh paman Rasulullah yang bernama Hamzah r.a. Beliau bersabda, “Dia telah ku maafkan”.

Hindun, wanita yang mengunyah hati Hamzah r.a juga dimaafkan.

Rasulullah bersabda bahwa Khabr yang melempar tombak kepada putri Rasulullah ketika putrinya bepergian dari Mekkah ke Madinah, yang karena luka itu akhirnya putri Beliau meninggal, juga dimaafkan.

Ketika itu Rasulullah punya kemampuan untuk membalas perlakuan orang-orang yang beberapa tahun sebelumnya berbuat berbagai kejahatan kepada Beliau. Dengan kekuatan besar yang dimiliki ketika itu, tentu Rasulullah bisa berbuat apa saja. Namun semua itu jauh dari pikiran dan hati Beliau, karena Rasulullah memang tauladan pemberi maaf yang tak ada bandingnya. Ketika memasuki Kota Makkah dengan kekuatan besar seperti itu, seorang sahabat beliau bertanya apa yang beliau rasakan saat itu. Rasulullah malah menjawab, “Alhayaatu Hayaatul Aakhirah”. Hidup yang sesungguhnya adalah kehidupan akhirat.

Suatu kali Rasulullah bersabda dalam hadist Ibnu Abbas, “Kelak pada Hari Kiamat ada pemanggil yang menyeru, “Dimanakah orang-orang yang memaafkan orang lain? Kemarilah kepada Rabb kalian dan ambilah pahala kalian! ” Dan wajib bagi setiap muslim bila suka memaafkan, maka Allah memasukkan dia ke dalam surganya”.

Memberi maaf orang lain sama sekali tidak menunjukkan bahwa kita lemah. Justru sikap ini menjadi bukti bahwa sesungguhnya kita berwawasan luas, berakhlak mulia dan berjiwa besar.

 

10 Replies to “Memaafkan Kesalahan Orang”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *