Surat At-Tahrim Jadi Penuntun Orang untuk Bertobat

Surat At-Tahrim merupakan penuntun orang untuk senantiasa bertobat. Surat At-Tahrim berisi 12 ayat berada diurutan ke-66 dalam Al-Quran dan turun di Madinah.

Surat At-Tahrim terutama ayat 8 merupakan kabar gembira bagi umat muslim.

“Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS At-Tahrim: 8)

Dalam satu hadis, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Setiap anak cucu Adam suka berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang salah adalah orang-orang yang banyak bertobat.”

Tobat dari dosa hukumnya wajib dan merupakan amalan yang sangat dicintai Allah Ta’ala. Ketika kita punya dosa dan maksiat sebesar gunung, jangan berkecil hati karena ampunan Allah sangat besar. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (Al-Baqarah: 222)

Allah sangat senang dengan tobat hambanya sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW berikut:

Sesungguhnya Allah itu begitu bergembira dengan taubat hamba-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang di suatu tanah yang luas.” (HR Al-Bukhari, Muslim)

Sementara ada 3 syarat diterimanya tobat sebagaimana dijelaskan Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Solihin:

1) Berhenti dari perbuatan maksiat yang dilakukan

2) Menyesali perbuatan dosa yang dilakukan

3) Bertekad untuk tidak mengulangi lagi.

Adapun tobat yang tidak sungguh-sungguh dan tidak jujur, tidak ada faedahnya bagi para pelaku kemaksiatan

6 Replies to “Surat At-Tahrim Jadi Penuntun Orang untuk Bertobat”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *