DAMPAK KEIKHLASAN YG MEMUDAR

 

Ibnul Jauzi _rahimahullah_ di dalam bukunya “Talbis Iblis” (perangkap iblis):

Pernah menukilkan dari Imam Hasan Al Bashri _rahimahullah,_ sebuah kisah yang menarik untuk direnungi. Berikut kisahnya.

Dahulu kala, ada sebuah pohon yang sering disembah dan dikeramatkan. Melihat hal itu, muncullah keinginan pada diri seorang pemuda untuk menebangnya. Maka dia pun bergegas menuju pohon itu dalam keadaan marah karena Allah.

Di tengah jalan, dia dihadang oleh iblis yang telah merubah wujudnya dalam bentuk manusia.

Iblis bertanya, “Ke manakah engkau hendak pergi?” Si pemuda menjawab, “Aku hendak menebang pohon yang selama ini selalu disembah dan dikeramatkan dari selain Allah.”

“Maukah engkau menerima tawaran yang lebih baik untukmu? Janganlah kau tebang pohon itu, sebagai gantinya engkau akan mendapatkan dua dinar, pada setiap pagi di balik bantalmu.”

“Dari manakah aku bisa mendapatkan bayaran itu?”
“Itu bukan urusanmu.”

Maka si pemuda pun mengurungkan niatnya dan kembali pulang ke rumahnya. Keesokannya, di pagi hari, dia memeriksa di balik bantalnya dan dia mendapatkan dua dinar yang dijanjikan kepadanya. Dia merasa senang dan tak lagi melanjutkan niatnya sebelum bertemu dengan sang iblis.

***

Sampailah pada suatu pagi, dia tidak lagi mendapatkan dua dinar di balik bantalnya. Maka dia pun marah dan bergegas pergi untuk menebang pohon yang dikeramatkan itu. Seperti sebelumnya, di tengah jalan, dia dihadang oleh sang iblis yang telah mengubah wujudnya dalam bentuk manusia.

“Hendak ke mana engkau?”
“Aku hendak menebang pohon yang selama ini selalu disembah dan dikeramatkan dari selain Allah.”
“Engkau dusta dan kau tidak akan bisa menebangnya.” Namun si pemuda tidak mempedulikan ucapan sang iblis. Iblis membantingnya ke tanah, mencekiknya, sampai hampir saja membunuhnya.

Dalam keadaan demikian, iblis berkata,”Tahukah engkau siapa aku? Aku adalah iblis. Saat pertama aku melihatmu pergi hendak menebang pohon itu, engkau memang melakukannya dalam keadaan marah karena Allah, sehingga aku tidak akan mampu menguasaimu. Namun sekarang sesudah aku menipumu dengan dua dinar, engkau pergi hendak menebang pohon itu kembali karena dua dinar bukan karena Allah, maka aku pun mampu menguasaimu.”

Alangkah hebatnya keikhlasan sampai iblis pun tak akan mampu berbuat sekehendaknya (Abdul Mu’thi Al-Maidani)

28 Replies to “DAMPAK KEIKHLASAN YG MEMUDAR”

  1. kata ikhlas mudah diucapkan, namun sulit tuk dilakukan, semoga kita bisa menjalankannya, memberi tanpa mengharap imbalan, dan tanpa mengharap pujian dari orang lain…aamiin

  2. Sesuatu yg kita perbuat akan menerima balasan .ketika kita berbuat segala yg baik hanya karena Allah SWT maka pahala surga balasannya namun kalo karena ungsur dunia yg kita kerjakan niatnya maka di dunialah yg kita peroleh..di dunia kita dapat pujian , jabatan,, bahkan harta maka Allah akan membalasnya di dunia dan kita tak dapat apa apa di akherat jelak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *